aku sedang jatuh cinta
lagi dan lagi
selalu dan selalu seperti ini
padahal aku tahu
semua akan sia-sia pada akhirnya
tetapi aku selalu berharap
semua akan menjadi nyata pada akhirnya
dan...
kapan akhirnya, aku tak pernah tahu

malam ku gelap
malam ku penuh pengharapan kini
tetapi
malam ku sepi
pengharapan yang tak aku mengerti
akan kah menghasilkan sesuatu yang menyenangkan
atau malah akan membuat aku menyesal
malam ku resah
selalu terlintas di otak ku
kalau semua tak akan pernah terjadi
tetapi hati ku selalu dan selalu menyangkal

banyak hari aku lewati
banyak waktu aku habiskan
hanya untuk menanti hal yang tak aku ketahui
untuk hal yang tak aku mengerti
aku tak tahu akan kah semua berakhir dengan baik
atau akan menjadi bertambah rumit dan membingungkan

aku terlalu penuh harap
untuk bisa meraihmu dan mendekapmu
seerat mungkin
aku terlalu penuh harap
untuk bisa memilikimu
hanya untuk diriku sendiri
tetapi kamu hanya tersenyum mengejek
melihat ku di tempat yang jauh dan sulit aku jangkau
kamu selalu melambaikan tanganmu
tersenyum dan berkata ramah
lembut manja dan mengundang
desahmu menguras birahiku
tapi sungguh
kamu semakin jauh
kamu hanya ilusi
untukku
ketika cinta berbalut duka
ketika cinta tanpa kepastian
ketika cinta makin sulit untuk digenggam
masihkah aku harus tetap bersabar
haruskah aku tetap berharap
kosong dan sepi
akankah hanya harapan kosong belaka
kamu semakin jauh untuk aku raih
kekasihku

cinta itu rumit
ketika kita berharap dia ada dan hadir dalam hidup kita
ternyata kadang cinta yang salah yang menghampiri
tetapi kita selalu meyakinkan hati kita sendiri
bahwa ini adalah benar
meski menyakitkan dan membuat hancur
tetap saja kita tak pernah menyadari kesalahan itu
cinta itu buta
mungkin ada benarnya
tetapi lebih banyak menyesatkan
cinta itu sebenarnya tak pernah ada buatku
kalau kemudian aku mempercayainya
bukan karena aku sedang jatuh cinta
tetapi karena aku ingin semua merasakan
sakitnya dipermainkan oleh cinta
sederet huruf yang hanya sekedar huruf tanpa arti buatku

siangku terlalu panas
membara berbaur dengan angin
aku rebahkan tubuh rentaku
jalang mata liar menerawang
hembusan nafas tak teratur hanya tanda kehidupan
terhempas sepi nurani ku menyerah
tak ada lagi yang mampu ku lakukan
tersadar aku di pembaringan ini
ternyata aku jadi tua dengan sia-sia
ketika hati berbalut luka, tangisan menyayat kalbu
ketika hati terhempas hampa, kepasrahan mengoyak keheningan
jiwa ini sudah tak mampu lagi bertahan
begitu banyak goresan
perih dan berdarah
tak sanggup lagi aku berdiri tegak
kepala pun tertunduk
bukan takut atau malu
tapi karena tak ada tenaga lagi untuk mengais kelayakan hidup

langkahku terhenti
terdiam ku menatapmu
hanya desah nafas tertahan
nyeri dan pilu menyesakkan relung dadaku
kamu tertawa lepas berbaur dengan deru nafas memburu
berpeluh penuh birahi
aku masih terdiam, menatap sendu
tak mampu aku bertahan
ternyata kamu memang bukan milikku
aku terjebak pada sesuatu yang semu
sekali lagi aku jatuh cinta pada yang semu
akankah aku kembali seperti dulu
dahulu sekali....
akankah aku mendapat sesuatu yang lebih nyata pada akhirnya
atau sakit hati dan terpuruk kembali seperti dahulu
mengapa.... semua terjadi lagi
akankah ini rencana Tuhan yang lain lagi untukku