ketika bahagia itu ada
semua nya terasa bagai ilusi
ketika bahagia itu di depan mata
semua nya terasa bagai impian
kusambut dengan senyum
tapi hati ku gundah
tak mengerti aku mengapa masih ada ragu di hati
benar kah..............untuk ku kah...
ketika bibir ini diam terlumat birahi
merinding aku menyambutnya
masih sulit aku percaya
yang pasti
aku kembali terjebak
dalam hubungan semu yang memabukkan
dan aku bahagia oleh nya

apakah benar aku menginginkan cinta
benarkah aku butuh sayang
perhatian yang seperti bagaimana lagi yang aku perlukan
semua pertanyaan itu berputar di otakku
tak pernah aku mendapat jawaban yang pasti
ketika seseorang menawarkan kasih itu
aku malah ketakutan
benarkah itu...... atau ini hanya gurauan
tanganku selalu menyambut dengan terbuka
tetapi hatiku sebenarnya tak pernah menerimanya
begitu banyak kepalsuan dibumi ini
dan aku selalu terjebak oleh kepalsuan itu
benarkah cinta itu masih ada di bumi ini
cinta yang seperti bagaimana
semua hanya ilusi

hari-hari ku sibuk dan membingungkan
ada saat aku gembira yang teramat senang
tawaku tak dapat aku bendung....lepas tanpa beban
tapi kadang aku sedih teramat pilu
sehingga air mataku pun mengalir tanpa bisa kuhentikan
tak banyak yang mau mengerti aku
orang yang kuharapkan tahu
ternyata bertingkah layaknya anak kecil
tak dapat aku harapkan sama sekali
aku tak butuh anak kecil
aku sangat membutuhkan perhatian penuh
tapi malah aku yang harus memperhatikan dia
aku sangat tak suka
aku ingin dan harus pergi dari dia
aku tak tega
tapi aku tak bisa terus menerus berbohong
aku benci....sangat benci

kurebahkan tubuh ini di kasur kaku
telentang aku menerawang memandang sunyi
tak ada di hadapan setitik bayangan pun
terpaku mata nanar menatap
tak mengerti aku apa yang kulihat
otak ku seakan menuntut aku untuk terus mencari
menjerit hati ku
lelah mendera jiwa
lelah aku mulut ku bergumam sumbang
sebaris air mengalir keluar dari celah mata yang mulai keriput ini
hanya desahan nafas panjang yang dapat aku hembuskan
untuk menghentikan air itu untuk tidak terus mengalir

aku bisa tertawa
itu kata teman ku
meski kamu sedih dan memiliki banyak masalah
kamu masih tetap bisa tertawa juga.....
sungguh kata-kata temanku itu jadi renunganku
haruskah aku menangis
haruskah aku meratapi hidupku yang kurang beruntung ini
entah lah
aku selalu berusaha untuk bisa tertawa
meski kadang aku tak tahu apa yang aku tertawakan
benarkah aku tertawa?
entah lah
yang pasti aku tak pernah menangis lagi
untuk sesaat ini
aku terdiam dalam keramaian
rembulan belum lah menampakkan dirinya
kupandang jalan didepan
sungguh membuat kepala ku berdenyut kencang
tak habis aku berpikir
sedemikian sibunyakah manusia-manusia itu
apa yang mereka lakukan
apa yang mereka pikirkan
kulihat serombongan manusia berjalan sambil tertawa-tawa
apa yang mereka tertawakan
sungguhkah tertawa mereka keluar dari hati
atau hanya penghias bibir saja
ku tengok di sampingku
ada manusia yang lain yang begitu serius
menikmati makan nya yang memang tampak menggugah selera
apakah memang benar makanan itu enak
aku tak tahu
dikejauhan ada manusia lainnya
yang tampak serius berbicara
apa ya yang mereka bicarakan ?
manusia.....manusia....


hari beranjak malam
tertatih raga ini menapaki hari
tak jua sampai tujuan
begitu banyak yang telah terjadi
senang, sedih, tawa dan air mata menghias hari nan penat ini
tak pernah ada kepastian
kapan akan berakhir
berat langkah ini tersuruk dalam kelam
makin dingin angin membalut tulang
menyengat membekukan rasa
aku terdiam tanpa aksara
memandang sesuatu yang tak jelas dihadapan
adakah kamu....adakah kalian disana
mengapa aku hanya bisa bertanya
mengapa aku tak pernah mendapat jawaban
apakah memang tanyaku tak berjawab
ataukah memang tanyaku tak kau mengerti
kepada siapa aku harus mencari
kudengar bisik mengisi relung hati
tak jelas bergumam
tersadar aku hari telah gelap
malam beranjak larut
menyisakan letih dijiwa
adakah hari esok akan tetap sama
aku tak pernah punya kepastian
indahnya bayangan walau semu
kadang terasa indah
cinta kadang dapat kita rasakan
walau tak dapat kita miliki
cinta tetaplah cinta
indah memikat, walau kadang menjerat
pagi menggeliat merentangkan tubuh, menarikan kepenatan
sisa hujan semalam membasuh bumi, seakan menyisakan tangis terpendam
ku mulai hari ini dengan tanya...
adakah hari ini untukku...
atau
masih sama dengan hari kemarin
mengapa....
orang selalu meributkan penampilan
orang selalu meributkan status
orang selalu ribut soal kaya dan miskin
mengapa.....
apakah nurani saat ini sudah begitu mahal harganya
sehingga untuk memilikinya saja terasa berat
dan mengapa lagi
orang selalu bersembunyi karena tak percaya diri
mengapa begitu banyak manusia munafik saat ini
bahkan untuk menampilkan dirinya sendiri tak ada keberanian
dan payahnya lagi
manusia selalu berkata
aku takut kamu tak mau berteman denganku karena aku begini...begitu
kalau aku seperti ini....seperti itu
kenapa manusia tak pernah bangga dengan dirinya
apa adanya dirinya
dan lucunya aku selalu berhubungan dengan manusia macam begini
padahal seperti apa pun, bagaimanapun, siapa pun dia
aku tak pernah mempermasalahkan
hanya satu yang aku mau dalam berteman
teman ku memiliki HATI
cukup
tidak sulit kan?