terbangun aku dari tidur yang gelisah
mimpiku tak lah indah
melayang anganku mengembara
lamunku memenuhi setiap rongga dalam raga
masih kah kamu ada
terselip diantara hembusan nafas
masih kah terdengar suara mu
yang memegang erat langkahku
rayu mu selalu menggoda
desah mu meluluh lantakkan logika
terbangun ku dalam gelisah
mimpi ku masih lah sama
bilur luka itu masih nyata
perih menghentak jiwa
terdiam ku dalam tangis yang menyesakkan
langkahku terhenti
tak mampu lagi ku ayun kaki menuju ujung
terpaku nanar mata menatap
bisu mulut bukan karena terkunci
tetapi baris huruf telah habis di akhir
dalam dekap malam ku melambungkan khayal
maya memenuhi logika
tinggi menyentuh cakrawala
sebentuk senyum mengukir wajah penat ku
bayangan semu menyentuh kalbu
membuat angan berdebar menyentak jantung
sayang.....ini hanya khayal semata
yang sulit menjadi nyata
bukan karena tak mampu
tetapi karena tak mungkin
semu dan mustahil
benarkah aku menginginkan dia
mengharapkan dia menjadi bagian dari aku
benarkah aku menyukai dia
mengharapkan dia menjadi pengisi hati ku
seperti apa dia
bagaimana dia
mengapa aku mulai ragu
begitu pertanyaan tak berjawab dalam otak ku
memang tak ada jawabnya
atau
memang tak ingin menjawab
semua menari-nari dalam kepala ku

aku mulai bimbang
ketika jalan terbuka lebar
aku mulai ragu untuk melangkah
begitu banyak kabut dan debu
berputar membentuk angin
hanya semilir yang aku rasakan saat ini
tetapi naluri ku mengatakan
akan menjadi badai nanti
ketakutanku mulai merayap
menjalari kalbu
keragu-raguan membentuk bayangan
aku hanya terdiam pasrah
tak mengerti apa yang harus aku lakukan
bukan aku tak mampu
tetapi lebih karena tak ada niat
aku akan menunggu dan menunggu saja

aku terus berjalan
terus dan terus
aku merasa telah sangat jauh melangkah
tetapi
ketika aku tersadar
aku tetap berada ditempat yang sama
tak beranjak sedikit pun
dari tempat ku berdiri
aku sangat mendambakan cinta
yang benar-benar cinta
tapi ketika cinta itu hadir di depan mata
ada menyelimuti batin ku
aku malah lari ketakutan
aku merasa tak siap untuk menengadahkan tangan menerima nya
aku ragu untuk menyambut hadirnya
tak masuk akal kelihatannya
tetapi sungguh
aku merasa tak akan sanggup

aku sedang jatuh cinta
lagi dan lagi
selalu dan selalu seperti ini
padahal aku tahu
semua akan sia-sia pada akhirnya
tetapi aku selalu berharap
semua akan menjadi nyata pada akhirnya
dan...
kapan akhirnya, aku tak pernah tahu

malam ku gelap
malam ku penuh pengharapan kini
tetapi
malam ku sepi
pengharapan yang tak aku mengerti
akan kah menghasilkan sesuatu yang menyenangkan
atau malah akan membuat aku menyesal
malam ku resah
selalu terlintas di otak ku
kalau semua tak akan pernah terjadi
tetapi hati ku selalu dan selalu menyangkal

banyak hari aku lewati
banyak waktu aku habiskan
hanya untuk menanti hal yang tak aku ketahui
untuk hal yang tak aku mengerti
aku tak tahu akan kah semua berakhir dengan baik
atau akan menjadi bertambah rumit dan membingungkan