ketika cinta dipertanyakan
keraguan tak mampu menepis rasa
ketika kemudian benci menyelimuti kalbu
akan kah cinta masih ada gunanya
kenapa harus cinta
kenapa harus ada sayang
kalau hanya untuk menyakiti 

ketika hati berbalut duka, dada sesak membiru
ketika air mata berurai, batin menjerit luka
kamu memang selalu ada
kamu tak pernah beranjak
tetapi mengapa kamu tak merasa apa yang aku rasa
mengapa kamu diam menatapku saja
dan ketika aku mencoba berlari darimu
sekarang kamu malah bertanya
kenapa menghindari aku
dan
kamu menjerit " AKU TELAH BERUBAH "
ketika aku jatuh
dimanakah kamu...??


 
langit malam sepi dan suram
angin sunyi berhembus menusuk tulang
aku yang masih bertahan
menahan diri untuk tak menyerah
terpaku dan kaku
tangisku telah berhenti
tak ada isak sekalipun
aku tetap bertahan dan memang harus
kesunyian hanyalah sepenggal ilusi
tak kan aku terhanyut


 
ingin aku datang kesana
jauh diatas
langkahku telah kumulai
meski melawan arus
terjal dan mendaki
aku ingin kesana
ketempat yang sebenarnya sulit aku jangkau
tetapi aku harus bisa
hati ku yakin
mungkin akan lama
dan
sangat-sangat lama


 
pagi yang muram
matahari tampaknya sedang bermalas-malasan
hanya mengintip tanpa berniat keluar
suasana yang tidak menyenangkan
membuat otak yang sudah penuh ini
menjadi makin lemot saja panasnya
mau berbaring dan memejamkan mata sekejab saja
tetapi rasa tak nyaman mengalir
sungguh bukan hari yang menyenangkan


 
hingar bingar penuh gempita
tawa dan canda menghias bibir banyak manusia
apa kah hiasan bibir itu tulus dari lubuk hati
atau hanya sekedar untuk menarik bibir agar menjadi lebih lebar saja
ketika pesta telah usai
otak berputar-putar lagi
memikirkan bagaimana harus hidup esok hari
akan kah bisa bertahan
tak ada yang tahu
jadi....
untuk apa kita berpesta
untuk apa kita tertawa lepas
kalau beban itu sebenarnya masih kita pikul dipundak kita
mengapa kita tak duduk diam dan merenung
memikirkan kembali apa yang telah kita lalui dan perbuat
dan....
memikirkan apa yang akan kita lakukan di depan

awal hari berhias mendung
bukan awal yang indah
tapi raga siap merentas penat
memulai hari-hari tak jelas dihadapan
angan mengembara liar, melambungkan asa
harapan selalu yang terbaik ada dihadapan
tetapi jalan tak lah selalu mulus dan lurus
meski tetesan darah mengalir deras
pantang aku untuk mundur
meski harus merayap tanpa tenaga pun
aku tak kan surut
diam dan mati
ketika aku sudah disini
aku masih tak mengerti artinya
ketika aku sudah sampai sejauh ini
aku masih juga bingung
kadang kejutan benar-benar membuat aku terkejut
kadang dengan tiba-tiba aku hilang ingatan sesaat
aku selalu sibuk memikirkan apa yang terjadi
dan....
aku selalu sulit mendapat jawaban yang benar dan pasti

tak ada manusia yang terbaik
tak ada juga manusia yang terburuk
jangan lah ingin menjadi terbaik
cukuplah menjadi baik saja
maka hidupmu akan lebih memiliki arti
sebab hanya untuk menjadi baik tidak lah mudah
baik dalam arti yang sebenarnya
manusia yang selalu ingin menjadi yang terbaik
dia tak lebih dari manusia serakah dan egois
hidup ini tak lebih dari mimpi
kita tak akan bisa mengatur akan mimpi apa
kita hanya bisa berharap dan berusaha untuk bermimpi yang indah
tetapi kita tak akan dapat menolak ketika mimpi itu hadir
bahkan mimpi buruk sekalipun