dalam dekap malam ku melambungkan khayal
maya memenuhi logika
tinggi menyentuh cakrawala
sebentuk senyum mengukir wajah penat ku
bayangan semu menyentuh kalbu
membuat angan berdebar menyentak jantung
sayang.....ini hanya khayal semata
yang sulit menjadi nyata
bukan karena tak mampu
tetapi karena tak mungkin
semu dan mustahil
benarkah aku menginginkan dia
mengharapkan dia menjadi bagian dari aku
benarkah aku menyukai dia
mengharapkan dia menjadi pengisi hati ku
seperti apa dia
bagaimana dia
mengapa aku mulai ragu
begitu pertanyaan tak berjawab dalam otak ku
memang tak ada jawabnya
atau
memang tak ingin menjawab
semua menari-nari dalam kepala ku

aku mulai bimbang
ketika jalan terbuka lebar
aku mulai ragu untuk melangkah
begitu banyak kabut dan debu
berputar membentuk angin
hanya semilir yang aku rasakan saat ini
tetapi naluri ku mengatakan
akan menjadi badai nanti
ketakutanku mulai merayap
menjalari kalbu
keragu-raguan membentuk bayangan
aku hanya terdiam pasrah
tak mengerti apa yang harus aku lakukan
bukan aku tak mampu
tetapi lebih karena tak ada niat
aku akan menunggu dan menunggu saja

aku terus berjalan
terus dan terus
aku merasa telah sangat jauh melangkah
tetapi
ketika aku tersadar
aku tetap berada ditempat yang sama
tak beranjak sedikit pun
dari tempat ku berdiri
aku sangat mendambakan cinta
yang benar-benar cinta
tapi ketika cinta itu hadir di depan mata
ada menyelimuti batin ku
aku malah lari ketakutan
aku merasa tak siap untuk menengadahkan tangan menerima nya
aku ragu untuk menyambut hadirnya
tak masuk akal kelihatannya
tetapi sungguh
aku merasa tak akan sanggup

aku sedang jatuh cinta
lagi dan lagi
selalu dan selalu seperti ini
padahal aku tahu
semua akan sia-sia pada akhirnya
tetapi aku selalu berharap
semua akan menjadi nyata pada akhirnya
dan...
kapan akhirnya, aku tak pernah tahu

malam ku gelap
malam ku penuh pengharapan kini
tetapi
malam ku sepi
pengharapan yang tak aku mengerti
akan kah menghasilkan sesuatu yang menyenangkan
atau malah akan membuat aku menyesal
malam ku resah
selalu terlintas di otak ku
kalau semua tak akan pernah terjadi
tetapi hati ku selalu dan selalu menyangkal

banyak hari aku lewati
banyak waktu aku habiskan
hanya untuk menanti hal yang tak aku ketahui
untuk hal yang tak aku mengerti
aku tak tahu akan kah semua berakhir dengan baik
atau akan menjadi bertambah rumit dan membingungkan

aku terlalu penuh harap
untuk bisa meraihmu dan mendekapmu
seerat mungkin
aku terlalu penuh harap
untuk bisa memilikimu
hanya untuk diriku sendiri
tetapi kamu hanya tersenyum mengejek
melihat ku di tempat yang jauh dan sulit aku jangkau
kamu selalu melambaikan tanganmu
tersenyum dan berkata ramah
lembut manja dan mengundang
desahmu menguras birahiku
tapi sungguh
kamu semakin jauh
kamu hanya ilusi
untukku
ketika cinta berbalut duka
ketika cinta tanpa kepastian
ketika cinta makin sulit untuk digenggam
masihkah aku harus tetap bersabar
haruskah aku tetap berharap
kosong dan sepi
akankah hanya harapan kosong belaka
kamu semakin jauh untuk aku raih
kekasihku