sungguh...
baru aku tahu sekarang
tak ada yang bisa aku percaya di dunia ini
tak ada yang bisa aku andalkan
ketika aku bahagia
teman menghampir aku
kekasih datang dengan tangan terbuka lebar
tersenyum manis sekali
sungguh...
seperti madu yang tertumpah
yang dikerubuti banyak tawon
ketika madu itu dibesut lap basah...tempat menjadi bersih
jangankan tawon...
lalat pun enggan untuk hinggap


aku
aku dan aku
aku dan kamu
aku dan cintaku
aku dan hari-hariku
aku dan masalahku
aku dan hidupku
aku
akan selalu menjadi aku
aku dengan kamu
tak pernah bisa bersatu
meski dengan sekuat tenaga disatukan
aku
akan selalu menjadi aku
aku dan kamu
tak akan pernah bersama
karena kamu
adalah kamu
dengan keinginan kamu
dengan keegoisan kamu
aku dan kamu
telah banyak bicara
sampai mulut ku kaku
sampai otak ku membeku
kamu tetap lah kamu
dan
aku tetaplah aku
tak pernah bisa sama
karena memang kita tak diciptakan untuk satu
kita saja yang terlalu memaksakan kehendak
karena kita saja lah yang selalu memungkiri takdir
kamu jodoh aku ?
entah lah
atau mungkin yang sekarang yang ada itu jodoh aku
entah lah juga
jalan masih membentang
apa yang akan terjadi di depan
aku tak tahu
seperti kamu juga tak tahu apa yang akan terjadi nanti
benarkah aku menginginkan cinta itu
benarkah aku suka dengan cinta itu
benarkah aku terobsesi dengan cinta itu
mengapa...
aku tak pernah bisa lepas dari cinta itu
aku rasa bukan tak mungkin lepas
tapi hati aku yang paling dalam
selalu dan selalu menolak untuk menghapus cinta itu
jadi yang aku rasakan akhirnya
adalah
kebimbangan...kebimbangan

aku tak pernah tahu
cinta yang aku miliki saat ini harus aku bawa kemana
jujur aku sangat bingung
ketika aku coba menikmatinya
aku selalu merasa salah
ketika aku coba menikmatinya
aku selalu merasa aku tak nyaman
tapi aku selalu mumungkiri semua itu
aku berlagak aku biasa saja
sungguh seperti orang munafik aku ini



dulu........dulu sekali
aku pernah punya cinta yang luar biasa
aku pernah memiliki dia hanya untuk aku
tapi...
aku dipaksa untuk menerima yang lain
hancur dan kacau hidup ku

sekarang....saat ini
aku memiliki cinta yang sama luar biasanya
aku menikmatinya dan bahagia karenanya
tapi...
aku sekali lagi dipaksa menerima keadaan
aku dipaksa untuk menerima yang lain
sakit hati dan hancur itu aku rasakan lagi
kali ini lebih dalam sakit itu

kenapa cinta selalu menyakiti aku
apakah memang begitu takdir aku
cinta...
indah ketika aku mendapatkannya
cinta...
bahagia ketika aku menerimanya
tapi...
aku merana karena cinta
aku terpuruk karena cinta
aku sakit hati dan hancur karena cinta juga
masih bisakah aku menikmatinya
masihkah aku bisa mengharapkannya
cinta...
kenapa aku harus berbagi
kenapa harus bersaing
tak bisakah menjadi milik aku saja
tak bisakah aku dekap sendiri
tak dapatkah dia menjadi milikiku
kenapa harus ada yang lain...?

jujur
aku saat ini seperti
kapas
yang ringan dan mudah terbang karena tertiup angin
hidup aku pun seringan kapas
yang mudah di terpa angin
aku pasrah tak berdaya
ada yang mengatakan kepada ku
aku orang bodoh
aku orang tak berpendirian
aku orang tak punya harga diri
mungkin orang itu benar
mungkin orang itu mengatakan suatu kebenaran
tetapi...
benarkah aku seperti itu
benarkah aku benar seperti yang dilihat orang
apakah mereka benar melihat sampai kedalam batin aku
atau mereka hanya melihat kulitnya saja
aku tak tahu
aku adalah aku
aku adalah cinta
aku adalah sayang
aku adalah perhatian
aku adalah aku
aku adalah hidup
aku adalah rasa
aku adalah mati

adakah aku
melihat kamu disana...?
adakah aku
melihat kamu sedang tertawa...?
adakah aku
melihat kamu sedang bercumbu dengan yang lain...?
adakah aku
melihat kamu bahagia diantara tangisku...?

itukah kamu...?
itukah kamu yang aku cintai...?
itukah kamu...?
itukah kamu yang aku puja...?

ITUKAH KAMU
aku merasa ada yang dengan sengaja
merenggut hati ku dari dada ku
aku merasa ada yang menariknya keluar
dan kemudian aku melihat
hati aku dihempaskan dengan kasar
ke bumi
sakit sekali


aku bagai berjalan diatas air
mengambang dan melayang
aku bagai berjalan diatas awan
terbang
tetapi aku terbang dan melayang bukan karena keindahan
tetapi karena aku tak pernah bisa berpijak ke tanah
tanah itu sangat jauh
seperti sebuah angan dan hanya seperti sebuah mimpi saja
aku tak pernah tahu
bagaimana caranya aku sampai ke tanah itu
seperti aku tak tahu kenapa aku bisa melayang seperti saat ini
aku bingung